If you lived in German and want to shop online, here I have many Germany Recommended Online Shop:
Senin, 27 Februari 2012
Minggu, 26 Februari 2012
Twenty Six
Ada kelabu yang menggelayut saat menghitung mundur waktu menuju umur yang baru. Ada resah yang melanda untuk menerima kenyataan bahwa usia ini bertambah lagi. Dan ada perasaan tidak rela yang menghantui untuk menyadari I’m no longer the youngest girl in the office.
Bukankah setiap pertambahan usia akan berdampak pada konsekuensi tanggung jawab hidup yang lebih besar? Melangkah masuk menuju umur 26 tahun dan menyadari saya sudah hidup lebih dari seperempat abad di dunia ini, apa saja yang sudah saya lakukan selama ini? Apa dampaknya untuk diri sendiri, untuk orang-orang yang saya sayangi, untuk orang-orang yang berada di ‘lingkaran’ saya? Bukankah tidak selamanya apa yang menurut kita baik memiliki makna serupa dengan apa yang orang lain pikirkan? Usia 26 tahun adalah rentang usia yang cukup panjang untuk mendapat sebutan dewasa oleh lingkungan dan disertai dengan berbagai perangkat tanggung jawab dan kewajiban yang harus ditunaikan untuk memenuhi tuntutan lingkungan dan masyarakat.
Saya tahu, pasti kalian akan berkata “Tidak perlu memperdulikan lingkungan, jalani saja apa yang menurut kamu baik dan ikuti kata hatimu”, atau mungkin “Hidupmu adalah milikmu sendiri, orang lain tidak berhak mengaturnya”. Percayalah, saya selalu memegang teguh pendirian tersebut. Paling tidak sampai beberapa bulan sebelum usia saya beranjak menuju 26 tahun. Saya sadar betapa saya sangat menikmati hidup ini ketika mengejar mimpi dan menjalani setiap detiknya dengan melakukan berbagai hal yang saya cintai. Berbagai hal yang saya sebut dengan kata passion. Sebuah kata sakti yang mampu membuat saya melakukan berbagai hal menyenangkan yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.
Namun, bukankah manusia harus menjalani perannya sebagai manusia sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu memerlukan orang lain untuk menunjang hidupnya. Dalam menjalankan perannya sebagai mahkluk sosial maka manusia harus memenuhi tanggung jawabnya di dalam masyarakat; tanggung jawab yang terbentuk dari sistem norma yang telah berlangsung lama di dalam sendi kehidupan masyarakat. Dan tidak jarang tanggung jawab dan kewajiban sosial ini bertentangan dengan keinginan pribadi.
Beberapa rentetan kejadian yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini memaksa saya untuk mengevaluasi ulang berbagai hal dari perspektif yang sama sekali berbeda. Ada beberapa keadaan yang saya pun tidak memiliki kuasa untuk mengubahnya. Saya sadar, sebentar lagi peranan saya dalam keluarga akan semakin besar seiring dengan dekatnya masa pensiun kedua orang tua. Saya pun disadarkan bahwa saya tidak bisa bermain-main lagi seperti dahulu kala, ada tanggung jawab besar yang harus saya pikul di depan sana. Menjadi dewasa, menjadi tua, adalah pasti, dan semua itu disertai dengan konsekuensi tanggung jawab yang mau tidak mau harus diambil.
Melewati usia 26 tahun, menyadari bahwa waktu terus berjalan maju tanpa mau memperlambat langkahnya. Melihat sejenak ke belakang akan keriaan, kepolosan, kenekatan, dan semua hal gila yang telah dilakukan beberapa masa silam, apakah semua itu masih akan ada di depan sana? Menjadi dewasa, berusaha memenuhi peran di dalam masyarakat, memenuhi semua tanggung jawab sosial. Ah, betapa seriusnya hidup di usia dewasa. Betapa saya ingin selamanya membeku di usia 25 tahun saja.
Dan pertanyaan simpel yang selalu saya tanggapi sambil lalu pun ternyata mulai menghantui ketika detik-detik menuju usia yang baru itu semakin mendekat. Kapan saya akan menikah? Kapan saya akan bertemu dengan pasangan hidupnya? Bagaimana saya tahu kalau nantinya dialah yang akan menjadi pasangan hidup saya? Rasa iri mulai menjalari ketika sahabat-sahabat terbaik saya mulai bertemu dengan pasangan hidupnya. Kesepian mulai sering mampir ketika saya mulai kesulitan mencari waktu untuk dihabiskan bersama teman-teman yang telah melepas masa lajangnya. Dan tiba-tiba saya bertanya, "Why I'm keep being single 'till this time?". Saya yang selama ini sangat menikmati kata being single tiba-tiba mempertanyakan kembali makna dari being single.
Sungguh berat merelakan diri ini melangkah menuju umur yang baru. Usia 25 tahun terasa sangat berwarna, begitu banyak mimpi dan cita-cita yang dikejar, warna-warni kehidupan merekah dengan semarak dan semua chapter dalam cerita kehidupan saya terjalin dengan manisnya. Tetapi saya tidak bisa menahan waktu yang terus berjalan. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus terus maju ke depan untuk mengiringi waktu yang berdetak. Ada apa di depan sana? Ada kejutan apa di depan sana? Entahlah...
Selamat ulang tahun, umurmu di dunia bertambah satu tahun lagi...
Rabu, 22 Februari 2012
DSLR CAMERAS ONLINE SHOP
If you need a DSLR Camera (SLR CAMERAS, DSLR CAMERAS, COMPACT CAMERAS LENS, CANON CAMERA, NIKON CAMERA AND CAMERAS PERIPHERAL ), you can search and also read its reviews at hotslrcameras.co.uk. It's UK online Shop that serve bargain price for DSLR Cameras.
Sabtu, 18 Februari 2012
Skandinavia: Traveling Aman, Hemat, dan Nikmat
Buku Skandinavia: Traveling Aman, Hemat, dan Nikmat akhirnya terbiiiiiiitttt....... Yeaaayyy :D
![]() |
| Skandinavia: Traveling Aman, Hemat, dan Nikmat |
Selama ini Skandinavia lekat dengan predikat negara mahal sehingga tak jarang para travelers mengurungkan niatnya untuk berkunjung kesana. Padahal ada beberapa celah yang dapat disiasati untuk menekan budget perjalanan. Tidak perlu ragu lagi menjelajah Skandinavia setelah kamu membaca buku ini (cieee promosi).
Buku ini akan membawa kamu jalan-jalan ke Eropa Utara, tepatnya ke dua negara di daerah Skandinavia. Dari Stockholm dan Goteborg di Swedia, sampai ke Oslo dan Bergen di Norwegia, semuanya menawarkan pengalaman traveling yang menyenangkan.
![]() |
| Book display on Gramedia Plaza Semanggi |
Beberapa yang excited beli buku Skandinavia dan minta tanda tangan saat jumpa fans berlangsung, ihiiiiyyy ;)
![]() |
| Mila Said |
![]() |
| Cipu |
![]() |
| Photo courtesy of Mila Said |
![]() |
| Photo courtesy of Mila Said |
Skandinavia: Traveling Aman, Hemat, dan Nikmat
Penerbit: B First
Penulis: Rossa Indah
Harga: Rp. 54.000
Ayo ayo dibeli dibeli :)
Jumat, 10 Februari 2012
BUY PROMO
![]() |
| diamond ring sale up 60% |
Rabu, 08 Februari 2012
Hellofest8: Double Up The Fun
Oleh seorang teman saya mendapat julukan Festival Hunter. Beuh, emang saya sampe segitunya ya... Tapi memang saya sendiri pun tidak bisa memungkiri, I do love festival. Saya rela menghabiskan jatah cuti demi bisa menonton semua film yang diputar di Jiffest maupun Europe On Screen, saya bersedia pulang larut malam untuk berkumpul bersama para penggila film dalam satu bioskop besar, saya tidak peduli harus membayar ongkos taksi yang harganya jauh lebih mahal dibanding harga tiket film yang saya tonton pada larut malam di sebuah festival film karena saya tahu film tersebut tidak akan diputar di bioskop lokal Indonesia. Semuanya saya lakukan demi sebuah perhelatan bertajuk festival.
Wikipedia menyebutkan festival berasal dari kata 'festa' atau pesta dalam bahasa Indonesia. Festival berarti pesta besar atau sebuah acara meriah dalam rangka memperingati sesuatu. Berhubung salah satu passion saya adalah film tidak heran jika sasaran utama festival yang saya ikuti tidak jauh dari festival film. Walau demikian saya juga tidak menutup diri pada festival lain di luar konteks film. Tujuan utama dari festival kan bersuka cita merayakan sesuatu, jadi rayakan saja semua hal yang kalian sukai lewat sebuah festival dan berpestalah :) Dari beberapa festival langganan yang pernah saya datangi, bagi saya juaranya adalah Hellofest. Festival ini memang gokil banget. Gila banget. Parah banget. Kacau banget. Heboh banget. Seru banget. Intinya, semua hal yang menyangkut Hellofest berkaitan dengan kata maksimal!
Hellofest menggabungkan konsep Kostumasa (cosplay) dan festival film pendek di dalamnya. Sebagai penyelenggara kompetisi film pendek, Hellofest bisa dikatakan konsisten dan dapat terus bertahan hingga tahunnya yang kedelapan. Sedangkan sebagai penyelenggara Kostumasa, Hellofest disebut-sebut sebagai salah satu event cosplay terbesar di Indonesia (untuk Hellofest8 peserta Kostumasa membludak sampai 1.100 orang lebih). Selain Kostumasa dan kompetisi film pendek, Hellofest juga menggelar Pasar Hellofest yang diisi oleh beragam booth. Kebanyakan pengisi Pasar Hellofest ini menjual ataupun memamerkan mainan koleksi, tin toys, action figur, komik, T-shirt, pernak-pernik anime, dan berbagai produk pop-culture lainnya. Satu festival menawarkan tiga acara sekaligus? Well, saya sudah bilang kalau festival ini maksimal banget kan?
Selain mengkompetisikan film pendek di dalam perhelatannya, Hellofest juga membuat acara Kostumasa Show Off dimana para peserta Kostumasa akan bersaing mempertunjukkan kebolehan dan atraksi mereka di atas panggung. Berhubung setahun belakangan ini demam K-pop sedang mewabah maka tidak jarang jika beberapa peserta yang naik ke atas panggung membawakan koreografi sebuah grup K-pop ataupun J-pop. Jangan kira para peserta itu hanya akan menari dengan persiapan seadanya, mereka tampil maksimal. Mulai dari kostum yang dibuat semirip mungkin dengan kostum yang dipakai si artis dalam video klip, menari dengan koreografi yang sama persis (di layar diputarkan video klip dari grup K-pop ataupun J-pop yang sedang dibawakan dan gerakannya memang sama persis), plus mereka pun ikut me-lipsing lagu yang sedang dimainkan.
Gerakannya cocok dengan video klip di belakangnya kan
Setelah tampil di atas panggung, peserta Kostumasa dengan dandanan dan outfit khas kartun yang cute ini akan langsung menjadi sasaran foto para pengunjung. Mulai dari fotografer seriusan yang niat bawa-bawa perlengkapan lighting, fotografer amatiran yang butuh model gratisan untuk mengeksplorasi kemampuan mereka, sampai pengunjung yang hanya bermodalkan kamera saku ataupun kamera ponsel, semua heboh dan sibuk dengan kamera masing-masing untuk mengambil angle terbaik dari peserta Kostumasa yang menjadi model dadakan ini. Setelahnya, foto bareng deh sama si model dadakan dan besokannya avatar di Twitter langsung berganti dengan 'foto bareng salah satu cosplay cantik di Hellofest'.
Salah satu peserta Kostumasa di atas panggung
Kostum boleh sangar, tapi teteeeup penakluk wanita :p
Hal lain yang terjadi saat para Kostumasa berkumpul adalah terciptanya beberapa pertunjukan spontan maupun yang telah direncanakan sebelumnya. Misalnya saat tiba-tiba sebuah lagu terdengar di lantai dasar Balai Kartini dan beberapa peserta Kostumasa mulai menari, makin lama makin banyak peserta Kostumasa yang ikut menari, pengunjung langsung heboh dong tiba-tiba ada flashmob dengan peserta yang memakai kostum aneka rupa seperti itu. Lain lagi dengan sekumpulan wanita cantik yang memakai aneka kostum princess ala kartun Disney, mereka dengan senang hati melayani permintaan pengunjung untuk mengulang lagu yang sebelumnya mereka bawakan di atas panggung Kostumasa Show Off. Pengunjung sih tambah seneng aja dapet pertunjukan tambahan dan pertunjukan ulangan seperti ini.
Flashmob
Kartun Disney kumpul disini
Awalnya Kostumasa merupakan sebutan Hellofest kepada para pengunjung yang datang menggunakan kostum, namun kemudian pada perkembangannya diadakan Kostumasa Show Off yang merupakan ajang kompetisi Kostumasa di atas panggung seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Salah satu tujuan Hellofest adalah menciptakan dunia fantasi selama satu hari dan pengunjung bebas menjadi apa saja dan siapa saja sesuai dengan khayalannya. Namun, pengunjung yang datang tidak menggunakan kostum pun tetap diperkenankan.
Perbedaan signifikan Hellofest8 dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah jumlah pengunjung yang membludak. Walaupun pihak panitia telah memperluas area festival dan membagi acara ke dalam dua panggung berbeda namun kepadatan tetap tidak dapat dihindari. Mau jalan aja rasanya susaaahh banget. Disini saya salut dengan para panitia yang dengan profesional menggunakan sistem buka tutup eskalator yang menjadi jalan masuk ke dalam expo yang menjadi panggung utama dari pertunjukan Kostumasa Show Off, hal ini tentu saja untuk menghindari kemungkinan membludaknya pengunjung di dalam ruangan yang hanya berkapasitas 1000 orang tersebut. Hal serupa juga terjadi saat kompetisi film pendek berlangsung, panitia membatasi jumlah pengunjung yang dapat masuk ke dalam panggung utama namun disediakan layar besar di luar ruangan sehingga pengunjung tetap dapat melihat film-film yang sedang diputarkan. Salut saya terhadap pihak panitia semakin besar saat saya iseng bertanya apakah masih ada tempat kosong di dalam expo yang menjadi venue utama pemutaran film, panitia tersebut meminta saya untuk menunggu sementara dia masuk ke dalam expo yang sudah gelap, tidak lama kemudian dia keluar dan dan menuntun saya men ggunakan senter ke tempat duduk kosong di dalam expo. Sumpah, dari sekian banyak festival yang pernah saya datangi ini adalah festival yang diorganisir dengan sangat baik dan profesional oleh para panitianya.
Antrian pengunjung untuk naik ke lantai 2
Maksimal. Semua yang berkaitan dengan Hellofest memang dilakukan secara maksimal. Panitia yang maksimal melaksanakan tugas sepenuh hati, peserta yang berusaha maksimal menghadirkan tokoh-tokoh dunia fiksi dan fantasi ke dalam dunia nyata dalam panggung Hellofest, pengunjung yang maksimal menghadiri venue acara sehingga Balai Kartini terasa sempiiitt banget, film-film pendek buatan anak bangsa yang digarap maksimal dan membuka mata bahwa Indonesia memiliki sineas dengan masa depan gemilang, booth pengisi pasar Hellofest yang maksimal membuat pembeli lapar mata dan tidak sadar dengan berapa banyak rupiah yang dikeluarkan untuk berbelanja, rundown acara yang efisiennya maksimal banget sehingga semua kegilaan yang terjadi dalam satu hari tersebut dapat terakomodir, sampai MC yang maksimal serunya saat menghibur penonton di expo panggung utama.
Semua kemaksimalan yang terjadi berakumulasi pada satu hal: keriaan, semangat dan euforia yang berkumpul menjadi sebuah energi positif. Hellofest8 benar-benar berhasil melipatgandakan keceriaan yang biasa Hellofest bawa dalam setiap perhelatannya.
absurd
So, let's triple up the fun on Hellofest9 next year :)
Langganan:
Komentar (Atom)















